Jumat, 15 Desember 2017
Home / Artikel / Hukum Alam (4/7) – Hukum Substitusi

Hukum Alam (4/7) – Hukum Substitusi

Substutusi diartikan penggantian, contoh: makanan berasal dari beras diganti dengan jagung atau sagu, tenaga manusia dapat diganti dengan mesin. Hukum Subtitusi juga berlaku dalam Hukum Kekekalan Energi, yang berbunyi “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)”. Ketika Energi potensial hilang, dipastikan diganti dengan Energi Kinetik.

Kita tidak bisa sekadar berhenti melakukan sesuatu. Keinginan kuat atau ketetapan hati sebesar apapun tidak akan tahan dengan kekosongan atau kevakuman yang terjadi terus- menerus. Untuk menghentikan suatu kebiasaan atau sikap, kita mesti mencari penggantinya.

Dalam pikiran sadar manusia terdiri dari pikiran positif dan pikiran negatif. Untuk menghilangkan pemikiran negatif, hanya bisa dengan cara menggantikannya dengan pikiran positif. Tidak ada sesuatu yang bisa menghilang sama sekali, sesuatu tersebut harus digantikan atau disalurkan ulang dengan substitusi.

Pelajarannya:

  • Hal baik atau tidak baik dapat disubstitusikan sesuai dengan “MAU “ kita
  • Salam sukses menjadikan kebiasaan “ positif “ menggantikan kebiasaan “ negatif “

Tuhan Memberkati